Kronologi Insiden Longsor
Peristiwa berawal pada Senin malam, 8 September 2025, sekitar pukul 23.21 WIT, ketika terjadi luncuran material basah atau wet muck di salah satu jalur tambang bawah tanah GBC. Sebanyak tujuh pekerja kontraktor tengah menjalankan tugas rutin ketika material dari dinding tambang tiba-tiba ambruk dan menutup akses. Kondisi darurat langsung diumumkan, dan seluruh aktivitas tambang di area tersebut dihentikan untuk mencegah risiko tambahan. Medan yang dalam, tertutup lumpur dan batu, serta minimnya ruang gerak menjadikan proses evakuasi sangat berbahaya. Hingga 20 September 2025, dua pekerja ditemukan tewas, sementara lima lainnya masih belum berhasil dievakuasi.
Proses Pencarian dan Evakuasi
Respons dan Dukungan Perusahaan
Manajemen PTFI menegaskan dukungan penuh bagi keluarga korban. Bantuan mencakup pendampingan proses identifikasi, pemulasaraan jenazah, hingga pemenuhan santunan sesuai peraturan ketenagakerjaan. Freeport juga berkomitmen memperkuat standar keselamatan dan meninjau kembali prosedur kerja di tambang bawah tanah. Seluruh aktivitas produksi di area GBC sementara dihentikan agar fokus pada penyelamatan dan pencegahan insiden lanjutan. Pihak perusahaan mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan pusat, untuk terus bekerja sama dalam menuntaskan pencarian lima pekerja yang masih hilang.
Kondisi Pencarian Terkini
Hingga laporan ini disusun, lima pekerja masih belum ditemukan. Tim penyelamat tetap melanjutkan pencarian dengan memperhitungkan risiko longsor susulan. Jalur evakuasi yang telah dibuka terus dipantau secara ketat. Dukungan moral dan logistik dari pemerintah, komunitas lokal, dan keluarga korban sangat membantu memperkuat semangat tim di lapangan. Perusahaan berharap proses pencarian dapat segera menemukan sisa korban, baik dalam kondisi selamat maupun tidak, untuk memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu.
Kesimpulan
Tragedi longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave menelan dua korban jiwa dan meninggalkan lima pekerja yang masih hilang. Freeport Umumkan Identitas Korban sebagai langkah transparan dalam memberikan kepastian bagi keluarga dan publik. Peristiwa ini menunjukkan besarnya risiko pada operasi tambang bawah tanah, khususnya yang menghadapi potensi luncuran material basah. PT Freeport Indonesia telah menempuh langkah cepat dengan evakuasi, mengungkap identitas korban, dan mendampingi keluarga. Upaya penyelamatan terus dilakukan meski menghadapi tantangan teknis besar. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan standar keselamatan, sistem peringatan dini, dan kesiapan darurat demi mencegah tragedi serupa di masa depan.












