RTH Rano Bungi Hanya Habiskan Anggaran menjadi sorotan masyarakat setelah kondisi kawasan wisata yang dibangun pemerintah dinilai tidak sesuai harapan. Kritik muncul karena fasilitas di lokasi dianggap belum mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun sektor pariwisata daerah. Sejumlah warga bahkan mempertanyakan kualitas pembangunan serta transparansi penggunaan anggaran dalam proyek tersebut.
RTH Rano Bungi Hanya Habiskan Anggaran
Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rano Bungi di Kabupaten Sigi kini menuai berbagai kritik dari masyarakat. Kawasan yang sebelumnya diproyeksikan menjadi destinasi wisata dan ruang rekreasi publik itu justru dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi maupun aktivitas wisata daerah.
Berdasarkan pantauan warga di lapangan, kondisi kolam utama di area RTH disebut terlihat keruh dan kurang terawat. Beberapa bagian sekitar lokasi juga tampak dipenuhi rumput liar serta minim aktivitas pengunjung. Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat karena hasil pembangunan dianggap tidak sebanding dengan anggaran yang telah dikeluarkan.
Sejumlah warga bahkan menyebut kolam di kawasan tersebut lebih menyerupai kolam budidaya ikan dibanding fasilitas wisata keluarga.
Dugaan Proyek Tidak Maksimal
Muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa proyek RTH Rano Bungi dikerjakan tanpa perencanaan yang matang. Kritik juga diarahkan pada kualitas pembangunan yang dianggap belum memenuhi ekspektasi publik.
“Kalau melihat kondisi sekarang, masyarakat tentu kecewa karena yang dijanjikan berbeda dengan kenyataan di lapangan,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, warga menilai proyek tersebut berpotensi menjadi pemborosan anggaran daerah apabila tidak segera dilakukan evaluasi dan perbaikan. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan terbuka terkait proses pembangunan serta penggunaan dana proyek.
Desakan Pemeriksaan dan Transparansi
Di tengah polemik yang berkembang, masyarakat meminta Kejaksaan Negeri Sigi untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan RTH Rano Bungi.
Desakan tersebut muncul karena publik ingin memastikan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaan proyek maupun penggunaan anggaran. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya audit menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan agar fasilitas yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.
Dampak terhadap Kepercayaan Publik
Polemik RTH Rano Bungi dinilai dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program pembangunan pemerintah daerah. Pengamat pembangunan menilai setiap proyek publik seharusnya mengutamakan kualitas, kebermanfaatan, serta transparansi agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Selain berdampak pada citra pemerintah daerah, kondisi proyek yang dianggap belum maksimal juga berpotensi menghambat pengembangan sektor wisata lokal yang sebelumnya diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait kritik masyarakat mengenai kondisi RTH Rano Bungi tersebut.
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap berbagai kritik dan fakta lapangan yang disampaikan dalam rilisan berita ini dapat menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Kabupaten Sigi. Warga meminta agar pihak terkait tidak menutup mata terhadap kondisi proyek RTH Rano Bungi yang saat ini menjadi sorotan publik.
Selain itu, masyarakat juga berharap Kejaksaan Negeri Sigi segera melakukan penelusuran dan pemeriksaan secara terbuka terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut. Langkah itu dinilai penting guna memastikan transparansi penggunaan anggaran serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan daerah.












