Respons Indonesia Terhadap Deklarasi New York
Penolakan dari Beberapa Negara, Termasuk Israel dan Amerika Serikat
Deklarasi New York tidak mendapat sambutan positif dari semua negara. Sepuluh negara, termasuk Amerika Serikat dan Israel, menolak resolusi tersebut. Negara-negara tersebut berargumen bahwa solusi dua negara tidak akan tercapai dengan cara-cara yang sepihak dan mendesak solusi yang lebih pragmatis dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Mereka juga menyatakan bahwa deklarasi ini hanya akan memperburuk ketegangan dan memperumit proses perdamaian. Israel, khususnya, merasa bahwa pengakuan Palestina sebagai negara merdeka tanpa adanya kesepakatan langsung dengan Israel akan mengancam keberadaannya. Penolakan ini menunjukkan betapa kompleksnya masalah yang harus dihadapi dalam menciptakan perdamaian di Timur Tengah, mengingat perbedaan pandangan yang mendalam antara pihak-pihak yang terlibat.
Dukungan Global untuk Deklarasi New York
Sebanyak 142 negara anggota PBB memberikan dukungan terhadap Deklarasi New York. Negara-negara ini menyadari bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung lebih dari tujuh dekade. Dukungan ini datang dari berbagai negara besar, termasuk Prancis, Inggris, dan China, serta negara-negara Arab yang secara historis mendukung kemerdekaan Palestina. Dalam konteks ini, deklarasi ini tidak hanya menjadi seruan untuk tindakan, tetapi juga menunjukkan adanya konsensus internasional yang kuat untuk mendukung Palestina. PBB dan berbagai organisasi internasional lainnya diperkirakan akan berperan penting dalam memfasilitasi langkah-langkah diplomatik selanjutnya yang bisa membawa Palestina dan Israel ke meja perundingan dengan tujuan mencapai perdamaian yang abadi.












