WaterNews – Semua Berita Online Cepat, Akurat, Terpercaya
Health  

Imran Soroti Limbah Medis RS Grestelina

Imran Soroti Limbah Medis RS Grestelina

Makassar, 9 November 2025, Imran Soroti Limbah Medis RS Grestelina, menekankan pentingnya pengelolaan laundry rumah sakit yang aman dan sesuai standar. Praktik yang tidak tepat tidak hanya membahayakan pasien, tetapi juga berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Kasus ini menjadi peringatan bagi semua rumah sakit di Sulawesi Selatan untuk meningkatkan manajemen kebersihan dan pengawasan limbah demi kesehatan masyarakat.

Imran Soroti Limbah Medis RS Grestelina

Ketua Umum Forum Pemuda Pemerhati Lingkungan (FPPL) Sulsel, Imran Wahyudi, menyoroti praktik pengelolaan laundry di RS Grestelina Makassar yang diduga membahayakan lingkungan sekitar. Menurut Imran, rumah sakit tersebut telah beroperasi selama empat tahun tanpa izin resmi, dan pembuangan limbahnya tidak sesuai standar, sehingga menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan masyarakat.

“Sampai saat ini, belum semua rumah sakit di Sulawesi Selatan menyediakan manajemen laundry yang terstandar,” ujar Imran Wahyudi. “Padahal, linen rumah sakit merupakan media yang mudah menularkan kuman patogen jika tidak dikelola dengan benar.”

Imran menambahkan bahwa pengelolaan laundry rumah sakit bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan pasien. Linen yang digunakan berulang kali, jika dicuci dengan prosedur yang salah atau suhu air yang tidak memadai, dapat menjadi sarang bakteri, virus, dan kuman patogen lainnya. Hal ini berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial, menambah lama perawatan pasien, serta menimbulkan biaya tambahan bagi rumah sakit dan pasien.

Latar Belakang Standar Laundry Rumah Sakit

Menurut Imran, aturan mengenai pengelolaan laundry rumah sakit sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1204 Tahun 2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Namun, penerapannya di lapangan masih jauh dari ideal. Banyak rumah sakit yang belum sepenuhnya mengikuti akreditasi atau terkendala biaya operasional, sehingga pengelolaan laundry sering dipandang remeh.

Selain itu, Imran menyoroti bahwa beberapa rumah sakit bahkan masih mewajibkan pasien membawa sendiri pakaian atau linen, termasuk kain sarung untuk persalinan, yang kemudian dicuci oleh keluarga pasien. Praktik ini jelas tidak sesuai dengan standar keselamatan dan kenyamanan pasien.

Kasus RS Grestelina Makassar menjadi contoh nyata bagaimana lemahnya pengawasan dan kepatuhan terhadap standar kesehatan dapat membahayakan masyarakat. Limbah laundry yang dibuang sembarangan ke lingkungan sekitar, seperti ke danau atau selokan, dapat mencemari sumber air, mengganggu ekosistem, dan menimbulkan risiko penyakit bagi warga sekitar.

Imran menegaskan, FPPL Sulsel mendorong rumah sakit untuk memiliki manajemen laundry yang terstandar, atau setidaknya melakukan outsourcing dengan pengawasan ketat terhadap penyedia jasa laundry luar. Langkah ini tidak hanya penting untuk keselamatan pasien, tetapi juga untuk melindungi lingkungan dan memenuhi syarat akreditasi rumah sakit.

“Pasien berhak mendapatkan layanan aman, bersih, dan profesional. Laundry rumah sakit bukan hal sepele, karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan reputasi rumah sakit,” pungkas Imran Wahyudi.

Dampak Limbah Laundry Tak Terstandar

Suwandi Sultan, anggota aktif FPPL Sulsel, menambahkan bahwa laundry linen RS Grestelina telah membuang limbah cair secara sembarangan ke danau di sekitar Kelurahan Romang Polong, Gowa. Menurut laporan warga, limbah tersebut juga mengganggu aktivitas lokal, seperti memancing.

“Ini bukan persoalan sepele, karena limbah rumah sakit bisa menimbulkan penyakit bagi warga di sekitar,” jelas Suwandi Sultan. Ia juga menekankan perlunya sanksi tegas dari pihak berwenang terhadap pengelola laundry yang tidak berizin.

Dinas Lingkungan Hidup Gowa telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan inspeksi lapangan dan mengeluarkan surat peringatan penutupan, namun hingga kini belum ada sanksi administratif atau pidana yang dijatuhkan.

Pandangan Pengamat Lingkungan

Para pengamat kesehatan menekankan bahwa manajemen laundry rumah sakit yang tidak standar tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menimbulkan risiko infeksi nosokomial bagi pasien. Linen yang digunakan berulang tanpa disinfeksi yang tepat dapat menjadi sarang bakteri dan virus.

FPPL Sulsel mendorong semua rumah sakit memiliki laundry terstandar atau melakukan outsourcing dengan pengawasan ketat. Hal ini juga menjadi salah satu syarat dalam akreditasi rumah sakit untuk memastikan keselamatan pasien dan kualitas layanan.

“Pasien berhak mendapatkan pelayanan aman dan berkualitas, termasuk dalam hal kebersihan linen,” kata Imran.

Kesimpulan

Kasus RS Grestelina Makassar menjadi pengingat pentingnya pengelolaan limbah dan laundry rumah sakit secara profesional. Dengan penerapan standar yang jelas dan pengawasan ketat, risiko infeksi dan dampak lingkungan dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Livechat